Welcome to our site
March 24th, 2019
Our Project
Membangun "Ultimate Wireless Networks" Bag 1 & 2
2010-07-01 Read: 3072

BAGIAN 1

Standar Wifi kadang sangat membingungkan, memberi arti yang berbeda-beda, khususnya jika produsen "berperang" dengan produsen lain menggunakan kata-kata iklan yang "ditekniskan" untuk produk-produk keluaran baru mereka. Kita sebisa mungkin menghindari "termakan" oleh istilah-istilah marketing itu, khususnya istilah yang merupakan trademark (TM). Setelah menyingkirkan itu, mari kita melihat apa yang kita perlu ketahui dalam memilih wireless router, mengkonfigurasi jaringan dan bagaimana memulainya.

Memilih Wireless Router

Saat ini kita seharusnya memberi router yang sudah memiliki standar 802.11n. Namun itu terdapat beberapa kelemahan. Wifi protokol ini memiliki "backward" kompatibilitas dengen protokol 802.11b dan 802.11g; yang artinya apabila router tidak dikonfigurasikan "backward", maka tidak akan kompatibel dengan PC atau notebook yang masih menggunakan protokol 802.11b/g. Jika dikonfigurasikan backward maka router 802.11n akan mengikuti protokol 802.11b/g agar kompatibel. Protokol 802.11n memiliki kelebihan terutama di jarak dan kecepatan transfer dibandingkan dengan protokol 802.11b/g, namun protokol 802.11n sampai saat ini belum mendapat persetujuan resmi untuk bisa menjadi sebuah "protokol".

Spesifikasi 802.11n final diharapkan selesai tahun 2010, jadi secara teknis saat ini kita membeli router draft 802.11n. Kemungkinannya sangat kecil jika router saat ini tidak jalan di "final standard". Perusahaan-perusahaan yang duduk di dewan pengambil keputusan 802.11n yang sebelumnya telah menjual versi mereka untuk chip ini, tidak akan berani mengambil keputusan yang kontraversi seperti membuat spesifikasi final standard tidak kompatibel dengan draft 802.11n saat ini. Malah mereka akan membuat firmware gratis yang tinggal di-update pada router yang ada saat ini untuk menjadi router dengan spesifikasi standar 802,11n yang sudah diakui.

Akan lebih baik jika memilih router wireless dual band yang bisa membagi traffic dia dua area spektrum wireless, 2,4GHz dan 5GHz. Pengaturan ini pada dasarnya akan membuka extra line komunikasi sehingga network bisa menangani lebih banyak data secara bersamaan dengan lebih cepat. banyak router seperti Linksys Simultaneous Dual-N Band Wireless Router (WRT610N) bisa membagi traffic melalui 2 SSID. Router yang lain seperti Netgear Rangemax Dual Band Wireless-N Gigabit Router (WNDR3700) memungkinkan kita untuk mengisolasi traffic di kedua wireless network. Ini sangat ideal untuk meninggalkan "open segment" sepert aktivitas sekitar sambil menutup file sharing di PC.

Banyak wireless router sudah termasuk 100Base-T Ethernet, bukannya standar gigabit (1000Base-T) yang lebih cepat. Carilah router yang support gigabit sehingga koneksi antar device dengan wire akan lebih cepat dan tentu saja perangkat yang lainnya seperti PC juga harus support gigabit. Jika port ethernet onboard hanya support 100Base-T, anda tinggal membeli LAN card (NIC) yang support gigabit. Dengan ini anda bisa streaming video dan bisa share data dengan koneksi yang cepat dengan PC yang lainnya. Wireless Router biasanya dilengkapi dengan sebuah atau bisa sampai 4 port etherner, jadi jika hanya terdapat 3 client/PC tidak memerlukan tambahan switch. Ada juga Wireless Router yang support USB port, namun memiliki harga yang lebih mahal. Port USB biasanya bisa dikoneksikan dengan perangkat seperti printer ataupun Hard drive sehingga bisa digunakan bersama dalam satu jaringan. Jika hal tersebut tidak dibutuhkan, sebaiknya hanya fokus pada router yang standar saja.

Jika jangkauan wireless dari router menjadi pertimbangkan, pastikan memilih wireless router port external antena. Jangan terlalu percaya dengan jarak jangkauan produk wireless router yang diiklankan karena jangkauan sinyal tergantung dari keadaan lingkungan, berapa banyak ada penghalang yang menghambat Line of Sight (LOS) sinyal dan interferensi dari sinyal-sinyal sekitar. Jika ingin meng-cover area yang lebih luas, persiapkan saja antena external dengan memiliki daya yang lebih besar.

BAGIAN 2

Mengkonfigurasi Router

Ini merupakan langkah yang kedua dalam mempersiapkan suatu jaringan wireless setelah pemilihan router.

Sebagian besar paket produk router telah menyediakan disc instalasi, tapi saya sarankan untuk menyingkirkan disc itu dan mulai melakukan konfigurasi secara manual dengn web browser. Dengan disc instalasi memang instalasi dan konfigurasi menjadi terasa nyaman karena serba default dan dituntun, namun dengan web browser bisa melakukan konfigurasi advance. Dengan web browser, anda juga bisa melakukan konfigurasi dengan semua PC yang telah terkoneksi dengan router tersebut, tanpa menggunakan disc tadi. Sekali anda telah terbiasa untuk melakukan konfigurasi dengan interface web browser, anda akan menjadi lebih siap dalam menghadapi masalah pada jaringan anda di masa mendatang. Hampir semua router memiliki menu option yang mirip namun hanya sedikit perbedaan dalam proses konfigurasinya. Berikut ini langkah-langkah untuk memulainya.

Penempatan posisi router merupakan langkah awal. Untuk memperoleh jangkauan sinyal yang optimum, tempatkan router pada daerah yang lebih tinggi seperti di atas rak atau ditempel di bagian atas tembok yang berada di tengah ruangan. Hubungkan dengan kabel ethernet antara modem (dial-up atau ADSL) atau switch (yang terhubung dengan perangkat radio jika menggunakan wireless ISP) dengan router anda, pastikan pada port internet router anda. Untuk memperoleh throghput yang baik, pastikan anda menggunakan kabel UTP Cat5e atau standar yang lebih baik. Untuk mengkonfigurasikan router ini, koneksikan router anda dengan PC atau laptop dengan kabel pada port LAN router anda. Jika anda menggunakan laptop, kabel tadi bisa anda cabut setelah konfigurasi selesai dilakukan untuk menggunakan fasilitas wirelessnya.

Detail pertama yang perlu diketahui untuk router anda adalah IP Address-nya. Terkadang IP router dicantumkan pada manual router namun jika tidak, anda bisa mencarinya di control pannel tepatnya di Windows Network Connections. List pada bagian Local Area Connections seharusnya muncul "connected" karena router anda otomatis ke setting default dengan DHCP (Dinamic Host Configuration Protocol). Double-click pada koneksi list tadi dan pilih tab Support. Tolong diingat ataupun dicatat IP Address dari Default Gateway-nya (umumnya adalah 192.168.1.1 atau 192.168.0.1).

Buka web browser anda, dan masukkan IP Address router anda pada kolom site pada browser ada (kolom yang biasa untuk mengetik alamat website). Awalnya akan muncul window baru yang menanyakan username dan password. Informasi username dan password umumnya tercantum pada dokumentasi atau manual dari router anda. Setelah anda masuk, anda memiliki kontrol untuk setting menyeluruh terhadap router anda. Pertama anda harus mengubah user name dan password router anda dengan alasan keamanan. Setiap orang yang terhubung dengan router bisa masuk ke bagian konfigurasi dengan mudah dan mengacak-acak konfigurasi yang telah anda buat apabila anda menggunakan username dan password default. Cari di bagian tab Administration, untuk melakukan perubahan user name dan password. Simpan hasil perubahan tersebut dan tutup browser anda. Buka kembali browser anda dan masuk dengan user name dan password yang baru.

Berikutnya ubah IP Address dan Subnet router anda. Hal ini memberi anda sedikit lapisan keamanan untuk jaringan anda, juga bisa menghindari terjadinya konfik dengan IP dari perangkat yang lain serta memudahkan dalam perawatan di kemudian hari. Carilah pada bagian basic setting dan ubah IP menjadi 192.168.x.1 dimana x adalah angka yang terbentang dari 1 sampai 254. Catat IP tersebut, simpan perubahan setting dan tutup kembali browser anda. Buka kembali browser dan masuk menggunakan IP yang baru pada URL (umumnya router memerlukan beberapa waktu untuk menyimpan perubahan setting dan pada saat restart).

Sekarang anda bisa melindungi jaringan anda dengan sistem keamanan yang lebih ketat dengan mengubah SSID dan Wifi Encryption. Perlu diingat bahwa konfigurasi dan setting-an default menjadi santapan empuk buat hacker untuk mengganggu jaringan anda. Pertama cari bagian wireless configuration dan basic setting, anda disable wifi protection setup jika dibutuhkan. Ubah nama network dengan nama yang unik (tidak mudah ditebak orang), dan anda bisa mematikan SSID Broadcast untuk menambah lapisan keamanan anda. Para pengguna iseng biasanya dengan mudah menemukan "hidden network", namun setidaknya jaringan anda tidak mudah diakses karena bukan jaringan "default". Jika anda menggunakan protokol 802.11n pada PC/laptop dan juga router anda, aktifkan wideband broadcast pada 400MHz (matikan feature itu atau set auto jika anda merasa setting itu mengganggu jaringan anda dan ini sering terjadi karena adanya interference dari jaringan sekitar). Setelah itu simpan hasil perubahan setting anda.

Traffic Wifi tanpa password tanpa encryption berpeluang bagi orang yang meng-hack jaringan anda untuk melakukan pemotongan jalur data dan juga membaca data-data anda. Memfungsikan WPA2 Personal Security yang umumnya terdapat pada tab Wireless Security akan berfungsi untuk menutupi "lubang" tadi. Masukkan password yang panjang dengan variasi huruf dan angka yang tidak mudah ditebak lalu simpan hasil perubahan konfigurasi. Jika router atau perangkat client anda hanya support WEP dan WPA, anda bisa menggunakan salah satu dari sistem keamanan tersebut. Namun anda perlu extra hati-hati karena WEP dan WPA memiliki sistem keamanan yang kurang dibandingkan WPA2. Alternatif yang lebih baik adalah dengan menggunakan multiple access point atau single access point yang bisa melakukan broadcast ke multiple SSID.

 

 

 

 

 

 

(Sumber : http://ict-terkini.blogspot.com)

 

Home | About Us | Product | Services | Contact
Article | Tutorial
Copyright© 2011 - nurutama.com All right reserved